Monday, 16 December 2019   |   19:28 PM
agen bola

AC Milan dicoret dari Liga Europa 2019/2020

AC Milan

AC Milan dipastikan takkan berpartisipasi di Liga Europa 2019/2020. Rossoneri dianggap sudah melanggar Financial Fair Play (FFP) dan tempatnya digantikan Torino. “AC Milan dicoret dari partisipasinya di kompetisi antarklub Eropa musim 2019/2020 karena dianggap melanggar aturan Financial Fair Play selama periode 2015/2016/2017 dan di periode pengawasan 2016/2017/2018,” demikian pernyataan resmi Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) yang dikutip AFP.

Rossoneri sebenarnya sudah dinyatakan bersalah oleh UEFA karena melanggar aturan FFP. Namun mereka masih diberi waktu hingga akhir 2020-2021 untuk menyeimbangkan neraca keuangan agar terhindar dari sanksi larangan tampil di Eropa. Milan lantas mengajukan banding ke CAS musim panas tahun lalu dan akhirnya bisa tampil di Liga Europa 2018/2019. Saat itu CAS menilai Milan masih dalam masa transisi perpindahan kepemilikan dari Li Yonghong ke Elliot Management.

Tapi, Milan lantas terkena kasus pelanggaran keuangan selama periode 2016 hingga 2018. Sebab CAS menilai Milan masih tidak bisa memenuhi persyaratan UEFA untuk menyeimbangkan keuangannya hingga akhir Juni ini. Alhasil, mereka pun dicoret dari kompetisi Eropa musim ini agar bisa menyehatkan lagi pembukuan mereka. Milan rencananya akan melakukan dengar pendapat dengan CAS minimal pertengahan Agustus mendatang.

Sebagai ganti Milan Torino yang finis posisi ketujuh jadi penggantinya namun dia harus memulai dari fase kualifikasi. Sebab tempat Milan di fase grup otomatis digantikan AS Roma yang finis satu peringkat di bawahnya, yakni urutan keenam. Setelah Milan, bakal ada satu klub yang kemungkinan bernasib serupa, yakni Manchester City. City didakwa UEFA melakukan manipulasi dana sponsor. Disebutkan bahwa dana dari sponsor mereka beberapa berasal dari uang pribadi sang pemilik klub, Sheikh Mansour.

Salah satunya adalah adanya sponsor senilai 59,5 juta pound sterling yang dalam catatan keuangan klub ditulis berasal dari Etihad Airways, tapi sebenarnya Mansour yang memberikan lewat tangan maskapai milik keluarganya tersebut. Uang tersebut lantas digunakan City untuk membeli Riyad Mahrez musim panas lalu. Inilah yang lantas diselidiki oleh UEFA dan membuat City terancam hukuman dicoret dari ajang Liga Champions 2019/2020.

Bahkan City juga diancam tak boleh melakoni transfer selama dua periode ke depan, yakni musim panas 2019 dan musim dingin 2020, karena dianggap melakukan transfer ilegal untuk pemain di bawah umur 18 tahun. Saat ini kasus tersebut tengah diselidiki oleh FIFA. Jika City terbukti bersalah dalam dua kasus itu, tentunya pukulan berat untuk klub yang meraih treble winners kompetisi domestik musim lalu.

AC Milan dicoret dari Liga Europa 2019/2020

AC Milan dipastikan takkan berpartisipasi di Liga Europa 2019/2020. Rossoneri dianggap sudah melanggar Financial Fair Play (FFP) dan tempatnya digantikan Torino. “AC Milan dicoret dari partisipasinya di kompetisi antarklub Eropa musim 2019/2020 karena dianggap melanggar aturan Financial Fair Play selama periode 2015/2016/2017 dan di periode pengawasan 2016/2017/2018,” demikian pernyataan resmi Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) yang dikutip AFP.

Rossoneri sebenarnya sudah dinyatakan bersalah oleh UEFA karena melanggar aturan FFP. Namun mereka masih diberi waktu hingga akhir 2020-2021 untuk menyeimbangkan neraca keuangan agar terhindar dari sanksi larangan tampil di Eropa. Milan lantas mengajukan banding ke CAS musim panas tahun lalu dan akhirnya bisa tampil di Liga Europa 2018/2019. Saat itu CAS menilai Milan masih dalam masa transisi perpindahan kepemilikan dari Li Yonghong ke Elliot Management.

Tapi, Milan lantas terkena kasus pelanggaran keuangan selama periode 2016 hingga 2018. Sebab CAS menilai Milan masih tidak bisa memenuhi persyaratan UEFA untuk menyeimbangkan keuangannya hingga akhir Juni ini. Alhasil, mereka pun dicoret dari kompetisi Eropa musim ini agar bisa menyehatkan lagi pembukuan mereka. Milan rencananya akan melakukan dengar pendapat dengan CAS minimal pertengahan Agustus mendatang.

Sebagai ganti Milan Torino yang finis posisi ketujuh jadi penggantinya namun dia harus memulai dari fase kualifikasi. Sebab tempat Milan di fase grup otomatis digantikan AS Roma yang finis satu peringkat di bawahnya, yakni urutan keenam. Setelah Milan, bakal ada satu klub yang kemungkinan bernasib serupa, yakni Manchester City. City didakwa UEFA melakukan manipulasi dana sponsor. Disebutkan bahwa dana dari sponsor mereka beberapa berasal dari uang pribadi sang pemilik klub, Sheikh Mansour.

Salah satunya adalah adanya sponsor senilai 59,5 juta pound sterling yang dalam catatan keuangan klub ditulis berasal dari Etihad Airways, tapi sebenarnya Mansour yang memberikan lewat tangan maskapai milik keluarganya tersebut. Uang tersebut lantas digunakan City untuk membeli Riyad Mahrez musim panas lalu. Inilah yang lantas diselidiki oleh UEFA dan membuat City terancam hukuman dicoret dari ajang Liga Champions 2019/2020.

Bahkan City juga diancam tak boleh melakoni transfer selama dua periode ke depan, yakni musim panas 2019 dan musim dingin 2020, karena dianggap melakukan transfer ilegal untuk pemain di bawah umur 18 tahun. Saat ini kasus tersebut tengah diselidiki oleh FIFA. Jika City terbukti bersalah dalam dua kasus itu, tentunya pukulan berat untuk klub yang meraih treble winners kompetisi domestik musim lalu.

AC Milan dicoret dari Liga Europa 2019/2020

AC Milan dipastikan takkan berpartisipasi di Liga Europa 2019/2020. Rossoneri dianggap sudah melanggar Financial Fair Play (FFP) dan tempatnya digantikan Torino. “AC Milan dicoret dari partisipasinya di kompetisi antarklub Eropa musim 2019/2020 karena dianggap melanggar aturan Financial Fair Play selama periode 2015/2016/2017 dan di periode pengawasan 2016/2017/2018,” demikian pernyataan resmi Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) yang dikutip AFP.

Rossoneri sebenarnya sudah dinyatakan bersalah oleh UEFA karena melanggar aturan FFP. Namun mereka masih diberi waktu hingga akhir 2020-2021 untuk menyeimbangkan neraca keuangan agar terhindar dari sanksi larangan tampil di Eropa. Milan lantas mengajukan banding ke CAS musim panas tahun lalu dan akhirnya bisa tampil di Liga Europa 2018/2019. Saat itu CAS menilai Milan masih dalam masa transisi perpindahan kepemilikan dari Li Yonghong ke Elliot Management.

Tapi, Milan lantas terkena kasus pelanggaran keuangan selama periode 2016 hingga 2018. Sebab CAS menilai Milan masih tidak bisa memenuhi persyaratan UEFA untuk menyeimbangkan keuangannya hingga akhir Juni ini. Alhasil, mereka pun dicoret dari kompetisi Eropa musim ini agar bisa menyehatkan lagi pembukuan mereka. Milan rencananya akan melakukan dengar pendapat dengan CAS minimal pertengahan Agustus mendatang.

Sebagai ganti Milan Torino yang finis posisi ketujuh jadi penggantinya namun dia harus memulai dari fase kualifikasi. Sebab tempat Milan di fase grup otomatis digantikan AS Roma yang finis satu peringkat di bawahnya, yakni urutan keenam. Setelah Milan, bakal ada satu klub yang kemungkinan bernasib serupa, yakni Manchester City. City didakwa UEFA melakukan manipulasi dana sponsor. Disebutkan bahwa dana dari sponsor mereka beberapa berasal dari uang pribadi sang pemilik klub, Sheikh Mansour.

Salah satunya adalah adanya sponsor senilai 59,5 juta pound sterling yang dalam catatan keuangan klub ditulis berasal dari Etihad Airways, tapi sebenarnya Mansour yang memberikan lewat tangan maskapai milik keluarganya tersebut. Uang tersebut lantas digunakan City untuk membeli Riyad Mahrez musim panas lalu. Inilah yang lantas diselidiki oleh UEFA dan membuat City terancam hukuman dicoret dari ajang Liga Champions 2019/2020.

Bahkan City juga diancam tak boleh melakoni transfer selama dua periode ke depan, yakni musim panas 2019 dan musim dingin 2020, karena dianggap melakukan transfer ilegal untuk pemain di bawah umur 18 tahun. Saat ini kasus tersebut tengah diselidiki oleh FIFA. Jika City terbukti bersalah dalam dua kasus itu, tentunya pukulan berat untuk klub yang meraih treble winners kompetisi domestik musim lalu.

Komentar

agen bola