Saturday, 29 April 2017   |   10:50 AM
agen bola

Agen Bola Online – Pemecatan Ranieri Dari Leicester City

Claudio ranieri

Agen Bola Online – Claudio Ranieri menyatakan bahwa mimpinya selama ini telah berakhir setelah dipecat oleh pihak Leicester City. Sebab setelah menjadi juara Premier League pada musim lalu, pelatih asal Italia tersebut sebenarnya ingin terus bersama klub yang dicintainya tersebut. Leicester City memutuskan untuk melepas pekerjaan Ranieri setelah hasil yang mengecewakan yang dihasilkannya di Premier League pada musim ini. Hingga pekan ke- 25, tim Leicester City masih saja tertinggal di peringkat ke- 17 dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Selain memecat Ranieri, Leicester juga melepas sejumlah staf yang dibawa Ranieri dari luar, ke King Power Stadium di antaranya Paolo Benetti dan Andrea Azzalin. Leicester pun mengumumkan pemecatan Ranieri pada hari Kamis pekan ini, setelah mengalami kekalahan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions ketika tim Leicester menghadapi Sevilla.

Dengan demikian, perjalanan Leicester bersama Ranieri sudah harus berakhir di pertengahan jalan di musim ini. Ranieri pun menyebut hal tersebut kini membuat mimpinya menjadi lebih tidak tenang dan terasa mati. Setelah euforia musim lalu sebagai juara Premier League, dia berharap bisa bertahan lebih lama bersama Leicester City, klub yang sangat dia cinta selalu. Sayangnya itu tidak bisa terwujud untuknya. Itulah pernyataan Ranieri pertama kalinya setelah dia tidak menjabat menjadi pelatih Leicester. Dia juga ingin untuk mengucapkan terima kasih untuk istrinya Rosanna dan seluruh keluarga nya yang terus memberikan dukungan selama Ranieri di Leicester. Lalu dia mengucapkn terima kasih juga untuk Paolo dan Andrea yang selalu menemaninya dalam perjalanan luar biasa tersebut. Terima kasih juga diucapkan Ranieri kepada Leicester City FC. Petualangan ini menurutnya sangat luar biasa dan akan terus diĀ  ingat olehnya.

Pada pertandingan selanjutnya, Leicester akan menjalani pertandingan menghadapi tim Liverpool. Untuk sementara, klub yang bermarkas di King Power Stadium tersebut akan ditangani oleh Craig Shakespeare. Sementara itu, mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City Roberto Mancini dikabarkan menjadi favorit untuk menjadi pelatih permanen dan mengganti Ranieri. Bukan hanya penyesalan dari Ranieri. Banyak juga simpati yang diberikan untuk Ranieri. Salah satunya termasuk dari pelatih asal Italia, yaitu Roberto Mancini. Mancini mengaku bahwa dia sangat kagum dengan apa yang sudah dicapai Ranieri bersama Leicester. Eks pelatih Inter Milan ini meyakini bahwa gelar juara Premier League yang dipersembahkan oleh Ranieri untuk Leicester akan terus dikenang. Bahkan untuk durasi waktu yang lama, hingga 2.000 tahun yang akan datang.

Menurutnya Ranieri sudah melakukan sesuatu yang luar biasa besar, dalam 2.000 tahun, orang masih akan mengenang Ranieri. Menurut Mancini, apa yang menimpa Ranieri itu menunjukkan bagaimana kejamnya sepakbola modern. Segala sesuatu bisa berubah dengan seketika dan seorang pelatih tidak bisa menentangnya. Sayangnya, seperti inilah sepakbola. Jika Anda menang, Anda yang terbaik. Jika kalah, Anda akan menanggung resikonya. Dia berkata bahwa mereka, para pelatih sudah mengetahuinya, ketika mereka mendapatkan pekerjaan ini, para pelatih akan selalu dalam kondisi yang menderita. Seorang pelatih harus membayar saat timnya kalah di waktu-waktu yang sulit, dan dia berkata bahwa begitulah hukum sepakbola. Dari pemecatan atas Ranieri ini Mancini pun turut kecewa atas keputusan yang sudah di lakukan oleh klub Leicester ini kepada dirinya, namun hal tersebut sudah terjadi dan tidak mungkin akan kembali lagi untuk melatih di musim ini. Mungkin dari pemecatan atas Ranieri ini Leicester akan menemukan salah satu pelatih yang lebih baik lagi di waktu dekat nanti.

 

Agen Bola Online

Komentar

agen bola