Friday, 20 October 2017   |   03:15 AM
agen bola

Pemain Lama PSM Sanjung Kepandaian Luis Milla Melawan Vietnam

Luis Millan

Kesuksesan Timnas Indonesia U-22 menahan Timnas Vietnam U-22 tanpa ada gol pada pertandingan ke-4 penyisihan Group B di Stadion Selayang, Selangor, Selasa (22/8/2017) malam memperoleh animo.

Syamsuddin Umar, bekas asisten pelatih Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 memberikan pujian pada kemampuan pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla, yang dinilai cermat membaca kemampuan lawan.

” Luis Milla mengaplikasikan kiat yang pas untuk meredam dominasi Vietnam. Terlebih waktu skuatnya cuma bermain dengan 10 pemain, ” kata Syamsuddin pada Bola. com.

Di mata Syamsuddin, walau tidak cetak gol, dominasi Vietnam benar-benar sangat kental serta bermain jauh tambah baik dari Indonesia.

” Serangan mereka variasi. Umpan pendek serta panjang terukur serta akurat. Gerakan tanpa ada bola Vietnam juga bagus. Dapat dibuktikan pada 30 menit pertama, mereka segera memperoleh sembilan hingga 10 kesempatan, ” tutur Syamsuddin.

Mujur, lanjut Syamsuddin, empat pemain di lini belakang Indonesia tampak disiplin plus penjaga gawang yang tangkas dalam memutuskan.

Di beda pihak, Syamsuddin menyoroti kemampuan lini tengah Indonesia yg tidak dapat memainkan bola seperti pada kompetisi terlebih dulu.

” Mereka baru bereaksi saat lawan kuasai bola dengan lakukan beberapa pelanggaran tidaklah perlu. Dapat dibuktikan pemain kita memperoleh dua kartu kuning di sesi pertama, ” kata Syamsuddin yang membawa PSM juara Piala Perserikatan 1992 serta Liga Indonesia 1999-2000 ini.

Hal berlainan dikerjakan lini tengah Vietnam yg tidak berikan peluang lawan kuasai bola dengan pelanggaran yang minim.

Perubahan pemain yang dikerjakan Luis Milla juga dinilai pas. Terutama waktu Ezra Walian digantikan Marinus. ” Saya menilainya Marinus berhasil menahan gerakan kapten Vietnam yang terlebih dulu sering beroperasi di daerah 16 Indonesia, ” ucapnya.

Walau memberikan pujian pada kedisiplinan pemain, terutama lini belakang, Syamsuddin menyoroti mental pemain yang mudah terprovokasi lawan. Dia mengacu kartu merah yang di terima Hanif Sjahbandi pada menit ke-63. Demikian juga dengan Febry Hariyadi yang segera masuk ke lapangan sesudah memperoleh perawatan hingga memperoleh kartu kuning.

” Namun, pada umumnya saya bangga lihat militansi pemain Timnas Indonesia U-22 untuk mengambil point Vietnam, ” pungkas Syamsuddin akhiri perbincangan.

Komentar

agen bola