Thursday, 21 March 2019   |   18:26 PM
agen bola

Tanggapan Susy Susanti Terkait Nirgelar 24 Tahun Tunggal Indonesia

Susy Susanti

Susy Susanti yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI memiliki tanggung jawab dalam moral di dalam ajang kompetisi All England. Sebagai sang pengurus dia tentunya dituntut untuk paceklik gelar juara, terlebih dalam sektor tunggal di All England tahun 2019 ini.

Indonesia tidak lagi menjadi sang juara dalam sektor tungal, baik dalam tunggal putra ataupun di tunggal putri dalam kompetisi All England semenjak tahun 1995 yang lalu. Terakhir kali titel juara tersebut dimenangkan oleh Indonesia adalah pada saat tahun 1994 yang lalu yang dipersembahkan oleh Haryanto Arbi dan juga Susy Susanti.

Setelah Arbi dan juga Susy memutuskan untuk pensiun, keduanya sama-sama merintis usaha apparel bulutangkis. Sekarang ini Arbi sendiri mencoba peruntungannya dalam dunia politik, sementara Susy ditunjuk untuk mengurus PP PBSI.

Namun bagaimana Susy melihat periode paceklik yang panjang dalam gelar juara di nomor tunggal? Terlebih lagi pada nomor tunggal putri?

“Saya sendiri jujur kalau saya merasa itu bukanlah beban. Bagi saya menjadi pengurus ini merupakan sebuah kepercayaan. Saya juga terus berpikir positif dan jika saya mendapatkan kepercayaan tentu saya harus bisa melaksanakannya dengan baik dan semaksimal mungkin,” ujar Susy.

“Prestasi yang sekarang ini, beberapa tahun ini bukanlah prestasi, namun bibit putri yang sedang mengalami kesulitan. Bahkan juga belum dapat memenangkan turnamen dalam level tertinggi. Ini menjad sebuah tanggung jawab moral untuk saya dan mendorong saya untuk bekerja dengan lebih keras lagi untuk meningkatkan performanya,” kata sang pemilik trofi juara All England empat kali serta medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona tersebut.

Susy juga membutuhkan waktu untuk menjadi juara All England di tunggal putri. Dia sangat yakin kalau Fitriani dan Gregoria Mariska Tanjung harapkan akan bisa terwujud.

“Saya sudah sangat senang karena ada banyak pemain muda yang dapat menjadi juara dunia setelah beberapa puluh tahun junior. Prestasi pasti mulai ada. Saya hanya perlu memberikan semangat bahwa kita dapat melakukannya,” kata Susy.

Komentar

agen bola