Saturday, 25 January 2020   |   18:37 PM
agen bola

Tottenham vs Ajax: Soal Tekanan dan Faktor De Jong

Frenkie De Jong

Duel antara Tottenham Hotspur melawan Ajax Amsterdam diprediksi akan menyajikan laga yang seru dan menarik. Adu tekanan diprediksi akan terjadi di dalam pertandingan ini.

Duel antara Tottenham vs Ajax di leg I babak semifinal Liga Champions dimainkan di Tottenham Hotspur Stadium pada hari Rabu (1/5/2019) dinihari WIB. Martin Jol, pelatih asal Belanda yang sempat menangani Tottenham dan Ajax itu pun memberikan pandangannya mengenai pertandingan ini.

Bagi Tottenham, satu hal yang perlu diwaspadai adalah tekanan ketat Ajax. Jol kemudian memberikan contoh saat Manchester United mengalahkan Ajax di final Liga Europa 2016/2017, dimana saat itu The Red Devils menghindari membangun serangan dari belakang.

Cara ini dapat dijadikan opsi oleh Tottenham. Sebab absennya Harry Kane yang mengalami cedera dan Son Heung-Min karena skors menurunkan kemampuan menahan bola dan mengurangi kecepatan di lini serang.

“Ajax Amsterdam akan bermain dengan pressing yang tinggi sejak awal. Mereka bermain dengan garis pertahanan yang tinggi. Namun ingat apa yang sudah Jose Mourinho lakukan bersama Manchester United di final Liga Europa 2017 saat melawan Ajax?” kata Jol.

“Mourinho tidak membuat MU membangun serangan dari belakang. Ketika Anda melakukan hal itu melawan Ajax, mereka bakal merebut bola di wilayah Anda karena pressing pertama mereka sangat menakjubkan. Jika Tottenham bisa menghindari pressing tersebut, umpan berikutnya dari mereka bisa mematikan” sambung pria berusia 63 tahun itu.

Dengan Kane absen, maka kemungkinan besar Fernando Llorente akan diandalkan di lini depan. Bermodalkan keunggulan fisiknya (195 cm), Llorente akan membantu opsi Tottenham untuk menghadapi tekanan Ajax lewat bola-bola langsung ke depan.

Namun pada saat yang bersamaan, memainkan Llorente berarti Tottenham mesti banyak melepaskan umpan ke dalam kotak penalti untuk memperbesar kesempatan mencetak gol. Sebab Llorente tidak sebaik Kane di dalam mencari posisi dan ruang.

Itu mesti dilakukan dengan konsekuensi Ajax bisa mematikan melalui serangan balik. Jol memprediksi pressing Tottenham ketika kehilangan bola akan bisa dilewati Ajax, sebab ada Frenkie De Jong yang bagus di dalam meredakan tekanan.

“Bersama Fernando Llorente, Anda harus mengambil inisiatif di sepanjang pertandingan. Anda harus menyerang, mendominasi dan bermain di sekitar kotak penalti mereka. Akan tetapi Ajax dapat menerobos Anda dan memukul lawan melalui serangan balik” lanjut Jol.

“Tottenham juga amat bagus dengan tekanan pertama mereka. Namun Ajax bisa keluar dari tekanan itu, khususnya karena adanya Frenkie De Jong. Sebagai pendukung Tottenham, itulah kekhawatiran saya” tambah pria kelahiran The Hague, 16 Januari 1956 itu.

Secara khusus, Jol mengatakan De Jong sebagai pemain yang patut diwaspadai oleh Tottenham. Dari kaki De Jong lah permainan Ajax dimulai.

Gelandang berusia 21 tahun itu juga akan memainkan kunci apakah Ajax bisa keluar dari tekanan atau tidak. Lebih dari itu, De Jong mempunyai kecerdasan untuk beradaptasi dengan situasi.

Padahal Tottenham pada saat yang bersamaan dihadapkan dengan masalah terkait gelandang-gelandang bertahan mereka. Harry Winks kemungkinan absen dan Moussa Sissoko berpeluang tampil walaupun dengan kondisi yang belum 100%.

“Sebagai orang Belanda, ini berlawanan dengan prinsip saya, akan tetapi Tottenham mesti menghentikan De Jong. Dia merupakan pemain luar biasa. Anda tidak pernah melihat pemain sepertinya” jelas Jol.

“De Jong seperti Johan Cruijff di dalam mengumpan, namun dia bermain lebih dalam. Jika dia tidak bisa memberikan umpan, maka dia akan membawa bola menjauhi Anda. Itulah sebabnya De Jong akan pergi ke Barcelona di musim panas dengan harga 75 juta euro” tutupnya.

Komentar

agen bola